CERDAS DALAM BERFIKIR DAN BERAKHLAK MULIA,

WA:085325042493

Ahmad Yusuf Setiawan,S.Kom.I

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 13 Desember 2016

Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW



Kedungcino- Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW bisa dikatakan sebagai ritual tahunan yang telah dilaksanakan turun temurun, generasi ke generasi di hampir seluruh negeri kaum muslimin. Perayaan ini dijadikan lambang oleh kebanyakan manusia  akan kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW.
Ketika memasuki bulan Rabi’ul Awal, umat Islam merayakan hari kelahiran Nabi SAW dengan berbagai cara, baik dengan cara yang sederhana maupun dengan cara yang cukup meriah. Yaitu mulai dari Tahlil,Pembacaan Shalawat, Barzanji, dan pengajian-pengajian yang mengisahkan sejarah Nabi Muhammad SAW menghiasi hari-hari bulan itu. Jadi pada hakikatnya perayaan maulid Nabi Muhammad SAW itu merupakan bentuk pengungkapan rasa senang dan syukur atas terutusnya Nabi Muhammad SAW.
Bulan ini adalah bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, kelahirannya merupakan penuh cahaya, sehingga pada bulan ini merupakan sarana untuk mengumpulkan kaum muslimin di masjid, musholla dan tempat lainnya. Tujuan dilakukan pengajian adalah untuk menanamkan dan menambah mahabah kecintaan kita terhadap nabi Muhammad SAW.”
Peringatan Maulid ini dilakukan pada hari Selasa, 13 Desember 2016 yang diikuti oleh seluruh siswa siswi, guru dan karyawan. Tema pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini adalah "Mengimplemantasikan Nilai-nilai Spiritualitas dan Moralitas Nabi Muhammad SAW dalam konteks Kerukunan Beragama Islam"
Acara maulid tersebut diawali dengan pembacaan tahlil, Pembacaan Shalawat, Barzanji, dan sambutan disampaikan oleh Kepala MI Miftahul Huda Kedungcino Bpk Nasikin,S.Ag.sedangkan Tahlil dipimpin oleh Bpk. Mahmud Ilham dilanjutkan pembacaan Barzanji oleh siswa-siswi MI Miftahul Huda Kedungcino.
Semoga  maulid ini ada manfaatnya, supaya mengenal rasulullah, tambah cinta rasul dengan mewujudkannya dalam kehidupan sehari hari.” Harapannya kita sebagai umas Muslim harus yakin bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah SWT.(AYS5473)


Share:

Selasa, 12 Juli 2016

SEJARAH KETUPAT

Konon adalah Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa.
Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu 
bakda Lebaran dan 
bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran.
*Arti Kata Ketupat.*
Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus. 
Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari :
NGAKU LEPAT dan LAKU PAPAT.
Ngaku lepat artinya MENGAKUI KESALAHAN.
Laku papat artinya EMPAT TINDAKAN.
NGAKU LEPAT.
Tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat 
(mengakui kesalahan) bagi orang jawa.
Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, 
bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.
LAKU PAPAT.
1. LEBARAN.
2. LUBERAN.
3. LEBURAN.
4. LABURAN.
LEBARAN
Sudah usai, 
menandakan berakhirnya waktu puasa.
LUBERAN
Meluber atau melimpah, 
ajakan bersedekah untuk kaum miskin.
Pengeluaran zakat fitrah.
LEBURAN
Sudah habis dan lebur. 
Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis 
karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.
LABURAN
Berasal dari kata labur, 
dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air 
maupun pemutih dinding.
Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.
FILOSOFI KUPAT - LEPET
KUPAT
Kenapa mesti dibungkus JANUR ? 
Janur, diambil dari bahasa Arab " Ja'a nur " (telah datang cahaya ). 
Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat HATI manusia.
Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti 
KUPAT YANG DIBELAH, 
pasti isinya putih bersih, 
hati yang tanpa iri dan dengki.
Kenapa? 
Karena hatinya sudah dibungkus CAHAYA (ja'a nur).
LEPET
Lepet = silep kang rapet.
Mangga dipun silep ingkang rapet, mari kita KUBUR/TUTUP YANG RAPAT.
Jadi setelah ngaku lepet, 
meminta maaf, 
menutup kesalahan yang sudah dimaafkan, 
jangan diulang lagi, 
agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya KETAN DALAM LEPET.
Sumber : googling
Semoga bermanfaat,
Silahkan share

Share:

Selasa, 05 Juli 2016

Keberkahan Idul Fitri 1437 H.



Idul fitri adalah untuk dirayakan. Tidak boleh ada yang berpuasa, dan seharusnya setiap umat muslim bergembira. Tentu saja dirayakan dalam kadar yang wajar dan tidak berlebihan, apalagi sampai melupakan kewajiban.
Agar kebahagiaan ini bukan sekadar perayaan tapi juga bernilai ibadah, marilah laksanakan hal-hal yang disunnahkan ketika hari raya. Sebaliknya, hal-hal yang mendekatkan diri dari kelalaian mengingat Allah bahkan perbuatan dosa jangan sampai mengotori kemeriahan hari raya umat Islam ini.
  1. Takbir
Ibn Abi Syaibah meriwayatkan bahwa Nabi saw. keluar rumah menuju lapangan kemudian beliau bertakbir hingga tiba di lapangan. Beliau tetap bertakbir sampai solat selesai. Setelah menyelesaikan shalat, beliau menghentikan takbir. (HR. Ibn Abi Syaibah)
Takbir tidak harus di masjid atau lapangan, tapi bisa dilakukan di mana saja. Disunnahkan bagi laki-laki untuk mengeraskan suaranya ketika bertakbir. Zikir takbir dimulai semenjak terbenam matahari (masuk bulah syawal) hingga shalat ied dilaksanakan.
  1. Shalat idul fitri
Shalat idul fitri adalah Sunnah muakkadah, bahkan ada ulama yang mewajibkannya. Karena itu, sangat dianjurkan bagi kaum muslimin untuk shalat ied
“Rasulullah saw. dahulu keluar di hari idul fitri dan idul adha ke mushalla, yang pertama kali beliau lakukan adalah shalat, lalu berpaling dan kemudian berdiri di hadapan manusia sedang mereka duduk di shaf-shaf mereka. Kemudian beliau menasihati dan memberi wasiat kepada mereka serta memberi perintah kepada mereka. Bila beliau ingin mengutus suatu utusan maka beliau utus, atau ingin memerintahkan sesuatu maka beliau perintahkan, lalu beliau pergi.” (HR. Bukhari)
  1. Makan sebelum shalat
Disunnahkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat idul fitri.
Dari Anas bin Malik, ia berkata, “Adalah Rasulullah saw. tidak keluar di hari fitri sebelum beliau makan beberapa kurma. Murajja’ bin Raja’ berkata, ‘Abdullah berkata kepadaku, ‘”Ia mengatakan bahwa Anas berkata kepadanya, “”Nabi memakannya dalam jumlah ganjil.”” (HR. Bukhari)
  1. Berpakaian Rapi dan Berhias
Umar ra. mengambil sebuah jubah dari sutera yang dijual di pasar, lalu ia mendatangi Rasulullah saw., kemudian ia berkata, “Wahai Rasulullah, belilah ini dan berhiaslah dengannya untuk hari raya dan menyambut tamu.” Maka Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya ini adalah pakaian orang yang tidak mendapatkan bagian (di hari kiamat.)” (HR. Bukhari)
Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata, “Kesimpulannya, disyariatkan berhias pada hari raya dari hadits ini didasari oleh persetujuan nabi tentang berhias di hari raya. Adapun pengingkarannya hanya terbatas pada macam atau jenis pakaiannya, karena ia terbuat dari sutera.”
Yang perlu dicatat di sini ialah berpakaian rapih layaknya menyambut tamu, namun tidak harus berupa pakaian baru. Berhias di sini pun tentu berhias sesuai dengan tuntunan syariat.
  1. Mandi Pagi
Dalam sebuah atsar disebutkan:
Seseorang bertanya kepada Ali ra. tentang mandi, maka Ali berkata, “Mandilah setiap hari jika kamu mau.” Seorang itu berkata, “Tidak. Mandi itu yang benar-benar mandi.” Ali berkata, “Hari jumat, hari arafah, hari idul adha, dan hari idul fitri.” (HR. Al Baihaqi)
  1. Pulang dari Tempat Shalat Ied dengan Rute yang Berbeda
Dari Jabir, ia berkata, “Nabi saw. apabila di hari ied beliau mengambil jalan yang berbeda.” (HR Bukhari)
Hikmah dari sunnah ini ialah agar dapat mengucapkan salam dan bersilaturahim dengan orang-orang di sekitar dari rute yang berbeda tersebut, serta untuk syiar Islam.
  1. Mengucapkan Ucapan Selamat Hari Raya
Kebanyakan masyarakat kita mengucapkan “Minal ‘aidin wal faidzin” yang berarti “dari yang kembali dan kemenangan” dan diikutin dengan “mohon maaf lahir dan batin”. Memang sudah menjadi tradisi dan budaya kita untuk maaf-memaafkan di hari idul fitri. Namun ucapan yang dianjurkan sebagaimana yang dilakukan para sahabat dan ulama salafus shalih ialah
Taqabballalhu minna wa minkum (semoga Allah menerima [amal ibadah] dari kami dan dari kalian). Wallahu a’lam.
Share:

Marhaban Yaa Ramadhan


Share:

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MI Miftahul Huda Kedungcino


MI Miftahul Huda Kedungcino sudah saatnya melaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang akan di lakukan secara online dan offline, untuk pendaftaran online bisa klik diblog kami www.mimiftahulhudakedungcino.blogspot.co.id atau bias di FB kami https://www.facebook.com/mimiftahulhuda.kedungcino?ref=bookmarks. untuk offline biasa langsung daftar kekantor kami MI Miftahul Huda Kedungcino beralamat Jln. Pandan Sari Rt 07 Rw 03 Desa Kedungcino Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara.
Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tersebut dilaksanakan secara Transparan, Akuntabel, Tidak membedakan/adil, Jujur. Pola Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan beberapa jalur di antaranya jalur prestasi, jalur lokal, jalur umum Jalur prestasi diberikan kepada calon peserta didik baru yang mempunyai prestasi minimal juara 1 atau mendapatkan mendali emas tingkat Kecamatan atau Daerah. Jalur prestasi ini pendaftaran pada tangaal 1 Mei- 10 Mei 2016. Jalur lokal dialokasikan untuk calon peserta didik yang berdomisili di seputar Desa Kedungcino tujuannya dengan di buktikan dengan Kartu Keluarga,Ijazah dan KTP Orang Tua. Jalur umum dialokasikan kepada semua warga Jepara dan calon peserta yang berasal dari luar Jepara pada tanggal 11 Mei 2016 sampai 1 Juli 2016
Adapun Syarat-syarat pendaftaran bagi calon Siswa-siswi Baru yaitu:
1.      Mengisi formulir pendaftaran
2.      Mengumpulkan FC KK Dan Akte Calon Siswa
3.      Membawa Foto Copy Ijazah TK/ RA 1 Lembar
4.      Foto 4x6 2 Lembar
Itulah syarat-syarat yang harus dibawa oleh Calon siswa baru, bagi orang tua/ wali murid untuk bisa mengantar untuk Anaknya Masing-masing. Salam Keluarga Cerdas. 

Share:

Minggu, 08 Mei 2016

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1437 H.



Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah salah satu hari besar umat Islam dimana dihari itu terjadi suatu peristiwa yang sangat membahagiakan umat Islam yaitu peristiwa dimana atas kehendak Allah SWT, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari masjidil haram menuju masjidil aqsa, yang dilakukan dalam satu malam. Peristiwa ini juga merupakan perintah Allah untuk menegakan Sholat 5 waktu.
     Dengan adanya peristiwa itu kita sebagai umat Islam senantiasa memperingati peristiwa tersebut sebagai lambang kecintaan kita akan sejarah umat Islam dan lambang ketaqwaan kita kepada Allah SWT serta untuk berdakwah di lingkungan Madrasah Ibtida’iyah Miftahul Huda Desa Kedungcino. Sebagai umat Islam yang selalu ingin mengharapkan keridhaan-Nya tentu kita akan menjalankan segala apa yang diperintahkan dan meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Allah SWT.
     Oleh karna itu, Madrasah mengadakan Peringatan Kegiatan Isra Mi’raj 1437 H serta mengajak kepada Siswa siswi dan Dewan guru beserta karyawan untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan acara tersebut.
     Kegiatan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1437 H dan dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan yang dilaksanakan di Madrasah Ibtida’iyah Miftahul Huda Kedungcino pada :
Hari/tanggal     : Minggu, 08 Mei 2016
Waktu             : 08.00 s/d selesai
Tempat           : Gedung Madrasah Ibtida’iyah Miftahul Huda Kedungcino
Penceramah     : Ustad Mahmud

     Kegiatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1437 H ini bertemakan tentang  “Mari kita Mempertebal Keimanan dan Ketakwaan Kepada ALLAH SWT”.



Adapun Tujuan dari Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1433 H yaitu :
1.  Meningkatkan iman dan taqwa pada Allah serta rasa cinta pada Rasulullah SAW
2.  Menumbuhkan semangat syiar Islam di lingkungan Madrasah Ibtida’iyah Miftahul Huda Kedungcino dan masyarakat sekitar;
3.  Memberikan nuansa pelaksanaan keislaman secara kaffah dalam segi kemasyarakatan dan kebangsaan;
4.  Menjalin Ukhuwah Islamiah baik hubungan di dalam maupun di luar lingkungan Madrasah Ibtida’iyah Miftahul Huda Kedungcino.
Share:

Blogger templates