Selasa, 13 Desember 2016
Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW
Kedungcino- Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW
bisa dikatakan sebagai ritual tahunan yang telah dilaksanakan turun temurun,
generasi ke generasi di hampir seluruh negeri kaum muslimin. Perayaan ini
dijadikan lambang oleh kebanyakan manusia akan kecintaan terhadap Nabi
Muhammad SAW.
Ketika memasuki bulan Rabi’ul Awal, umat Islam merayakan
hari kelahiran Nabi SAW dengan berbagai cara, baik dengan cara yang sederhana
maupun dengan cara yang cukup meriah. Yaitu mulai dari Tahlil,Pembacaan
Shalawat, Barzanji, dan pengajian-pengajian yang mengisahkan sejarah Nabi
Muhammad SAW menghiasi hari-hari bulan itu. Jadi pada hakikatnya perayaan
maulid Nabi Muhammad SAW itu merupakan bentuk pengungkapan rasa senang dan
syukur atas terutusnya Nabi Muhammad SAW.
Bulan
ini adalah bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, kelahirannya merupakan penuh
cahaya, sehingga pada bulan ini merupakan sarana untuk mengumpulkan kaum
muslimin di masjid, musholla dan tempat lainnya. Tujuan dilakukan pengajian
adalah untuk menanamkan dan menambah mahabah kecintaan kita terhadap nabi
Muhammad SAW.”
Peringatan
Maulid ini dilakukan pada hari Selasa, 13 Desember 2016 yang diikuti oleh
seluruh siswa siswi, guru dan karyawan. Tema pada peringatan Maulid Nabi Muhammad
SAW kali ini adalah "Mengimplemantasikan Nilai-nilai Spiritualitas dan
Moralitas Nabi Muhammad SAW dalam konteks Kerukunan Beragama Islam"
Acara maulid tersebut diawali dengan pembacaan tahlil, Pembacaan
Shalawat, Barzanji, dan sambutan disampaikan oleh Kepala MI Miftahul Huda
Kedungcino Bpk Nasikin,S.Ag.sedangkan Tahlil dipimpin oleh Bpk. Mahmud Ilham dilanjutkan
pembacaan Barzanji oleh siswa-siswi MI Miftahul Huda Kedungcino.
Semoga maulid ini ada manfaatnya, supaya mengenal
rasulullah, tambah cinta rasul dengan mewujudkannya dalam kehidupan sehari
hari.” Harapannya kita sebagai umas Muslim harus yakin bahwa Nabi Muhammad
adalah utusan Allah SWT.(AYS5473)
Selasa, 12 Juli 2016
SEJARAH KETUPAT
Konon adalah Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa.
Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu
bakda Lebaran dan
bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran.
bakda Lebaran dan
bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran.
*Arti Kata Ketupat.*
Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus.
Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari :
NGAKU LEPAT dan LAKU PAPAT.
Ngaku lepat artinya MENGAKUI KESALAHAN.
Laku papat artinya EMPAT TINDAKAN.
Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari :
NGAKU LEPAT dan LAKU PAPAT.
Ngaku lepat artinya MENGAKUI KESALAHAN.
Laku papat artinya EMPAT TINDAKAN.
NGAKU LEPAT.
Tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat
(mengakui kesalahan) bagi orang jawa.
Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua,
bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.
(mengakui kesalahan) bagi orang jawa.
Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua,
bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.
LAKU PAPAT.
1. LEBARAN.
2. LUBERAN.
3. LEBURAN.
4. LABURAN.
2. LUBERAN.
3. LEBURAN.
4. LABURAN.
LEBARAN
Sudah usai,
menandakan berakhirnya waktu puasa.
Sudah usai,
menandakan berakhirnya waktu puasa.
LUBERAN
Meluber atau melimpah,
ajakan bersedekah untuk kaum miskin.
Pengeluaran zakat fitrah.
Meluber atau melimpah,
ajakan bersedekah untuk kaum miskin.
Pengeluaran zakat fitrah.
LEBURAN
Sudah habis dan lebur.
Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis
karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.
Sudah habis dan lebur.
Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis
karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.
LABURAN
Berasal dari kata labur,
dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air
maupun pemutih dinding.
Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.
Berasal dari kata labur,
dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air
maupun pemutih dinding.
Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.
FILOSOFI KUPAT - LEPET
KUPAT
Kenapa mesti dibungkus JANUR ?
Janur, diambil dari bahasa Arab " Ja'a nur " (telah datang cahaya ).
Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat HATI manusia.
Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti
KUPAT YANG DIBELAH,
pasti isinya putih bersih,
hati yang tanpa iri dan dengki.
Kenapa?
Karena hatinya sudah dibungkus CAHAYA (ja'a nur).
Kenapa mesti dibungkus JANUR ?
Janur, diambil dari bahasa Arab " Ja'a nur " (telah datang cahaya ).
Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat HATI manusia.
Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti
KUPAT YANG DIBELAH,
pasti isinya putih bersih,
hati yang tanpa iri dan dengki.
Kenapa?
Karena hatinya sudah dibungkus CAHAYA (ja'a nur).
LEPET
Lepet = silep kang rapet.
Mangga dipun silep ingkang rapet, mari kita KUBUR/TUTUP YANG RAPAT.
Jadi setelah ngaku lepet,
meminta maaf,
menutup kesalahan yang sudah dimaafkan,
jangan diulang lagi,
agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya KETAN DALAM LEPET.
Lepet = silep kang rapet.
Mangga dipun silep ingkang rapet, mari kita KUBUR/TUTUP YANG RAPAT.
Jadi setelah ngaku lepet,
meminta maaf,
menutup kesalahan yang sudah dimaafkan,
jangan diulang lagi,
agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya KETAN DALAM LEPET.
Sumber : googling
Semoga bermanfaat,
Silahkan share
Silahkan share
Selasa, 05 Juli 2016
Keberkahan Idul Fitri 1437 H.
Idul fitri adalah untuk dirayakan. Tidak boleh ada yang
berpuasa, dan seharusnya setiap umat muslim bergembira. Tentu saja dirayakan
dalam kadar yang wajar dan tidak berlebihan, apalagi sampai melupakan
kewajiban.
Agar kebahagiaan ini bukan sekadar perayaan tapi juga
bernilai ibadah, marilah laksanakan hal-hal yang disunnahkan ketika hari raya.
Sebaliknya, hal-hal yang mendekatkan diri dari kelalaian mengingat Allah bahkan
perbuatan dosa jangan sampai mengotori kemeriahan hari raya umat Islam ini.
- Takbir
Ibn Abi Syaibah meriwayatkan bahwa
Nabi saw. keluar rumah menuju lapangan kemudian beliau bertakbir hingga tiba di
lapangan. Beliau tetap bertakbir sampai solat selesai. Setelah menyelesaikan
shalat, beliau menghentikan takbir. (HR. Ibn Abi Syaibah)
Takbir
tidak harus di masjid atau lapangan, tapi bisa dilakukan di mana saja.
Disunnahkan bagi laki-laki untuk mengeraskan suaranya ketika bertakbir. Zikir
takbir dimulai semenjak terbenam matahari (masuk bulah syawal) hingga shalat
ied dilaksanakan.
- Shalat idul fitri
Shalat idul fitri adalah Sunnah muakkadah, bahkan ada ulama
yang mewajibkannya. Karena itu, sangat dianjurkan bagi kaum muslimin untuk
shalat ied
“Rasulullah saw. dahulu keluar di hari idul fitri dan idul
adha ke mushalla, yang pertama kali beliau lakukan adalah shalat, lalu
berpaling dan kemudian berdiri di hadapan manusia sedang mereka duduk di shaf-shaf
mereka. Kemudian beliau menasihati dan memberi wasiat kepada mereka serta
memberi perintah kepada mereka. Bila beliau ingin mengutus suatu utusan maka
beliau utus, atau ingin memerintahkan sesuatu maka beliau perintahkan, lalu
beliau pergi.”
(HR. Bukhari)
- Makan sebelum shalat
Disunnahkan
untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat idul fitri.
Dari Anas bin Malik, ia berkata, “Adalah Rasulullah saw.
tidak keluar di hari fitri sebelum beliau makan beberapa kurma. Murajja’ bin
Raja’ berkata, ‘Abdullah berkata kepadaku, ‘”Ia mengatakan bahwa Anas berkata
kepadanya, “”Nabi memakannya dalam jumlah ganjil.”” (HR. Bukhari)
- Berpakaian Rapi dan Berhias
Umar ra. mengambil sebuah jubah dari
sutera yang dijual di pasar, lalu ia mendatangi Rasulullah saw., kemudian ia
berkata, “Wahai Rasulullah, belilah ini dan berhiaslah dengannya untuk hari
raya dan menyambut tamu.” Maka Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya ini
adalah pakaian orang yang tidak mendapatkan bagian (di hari kiamat.)” (HR. Bukhari)
Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata, “Kesimpulannya,
disyariatkan berhias pada hari raya dari hadits ini didasari oleh persetujuan
nabi tentang berhias di hari raya. Adapun pengingkarannya hanya terbatas pada
macam atau jenis pakaiannya, karena ia terbuat dari sutera.”
Yang
perlu dicatat di sini ialah berpakaian rapih layaknya menyambut tamu, namun
tidak harus berupa pakaian baru. Berhias di sini pun tentu berhias sesuai
dengan tuntunan syariat.
- Mandi Pagi
Dalam
sebuah atsar disebutkan:
Seseorang bertanya kepada Ali ra. tentang mandi, maka Ali
berkata, “Mandilah setiap hari jika kamu mau.” Seorang itu berkata, “Tidak.
Mandi itu yang benar-benar mandi.” Ali berkata, “Hari jumat, hari arafah, hari
idul adha, dan hari idul fitri.” (HR. Al Baihaqi)
- Pulang dari Tempat Shalat Ied dengan Rute yang Berbeda
Dari Jabir, ia berkata, “Nabi saw. apabila di hari ied
beliau mengambil jalan yang berbeda.” (HR Bukhari)
Hikmah
dari sunnah ini ialah agar dapat mengucapkan salam dan bersilaturahim dengan
orang-orang di sekitar dari rute yang berbeda tersebut, serta untuk syiar
Islam.
- Mengucapkan Ucapan Selamat Hari Raya
Kebanyakan masyarakat kita mengucapkan “Minal ‘aidin wal
faidzin” yang berarti “dari yang kembali dan kemenangan” dan diikutin dengan
“mohon maaf lahir dan batin”. Memang sudah menjadi tradisi dan budaya kita
untuk maaf-memaafkan di hari idul fitri. Namun ucapan yang dianjurkan
sebagaimana yang dilakukan para sahabat dan ulama salafus shalih ialah
Taqabballalhu minna wa minkum (semoga Allah menerima [amal ibadah]
dari kami dan dari kalian). Wallahu a’lam.
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MI Miftahul Huda Kedungcino
MI
Miftahul Huda Kedungcino sudah saatnya melaksanakan Penerimaan Peserta Didik
Baru (PPDB) yang akan di lakukan secara online dan offline, untuk pendaftaran
online bisa klik diblog kami www.mimiftahulhudakedungcino.blogspot.co.id
atau bias di FB kami https://www.facebook.com/mimiftahulhuda.kedungcino?ref=bookmarks. untuk offline biasa langsung daftar kekantor kami MI
Miftahul Huda Kedungcino beralamat Jln. Pandan Sari Rt 07 Rw 03 Desa Kedungcino
Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara.
Pelaksanaan
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tersebut dilaksanakan secara Transparan, Akuntabel,
Tidak membedakan/adil, Jujur. Pola Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
menggunakan beberapa jalur di antaranya jalur prestasi, jalur lokal, jalur umum
Jalur prestasi diberikan kepada calon peserta didik baru yang mempunyai
prestasi minimal juara 1 atau mendapatkan mendali emas tingkat Kecamatan atau
Daerah. Jalur prestasi ini pendaftaran pada tangaal 1 Mei- 10 Mei 2016. Jalur
lokal dialokasikan untuk calon peserta didik yang berdomisili di seputar Desa
Kedungcino tujuannya dengan di buktikan dengan Kartu Keluarga,Ijazah dan KTP
Orang Tua. Jalur umum dialokasikan kepada semua warga Jepara dan calon peserta
yang berasal dari luar Jepara pada tanggal 11 Mei 2016 sampai 1 Juli 2016
Adapun
Syarat-syarat pendaftaran bagi calon Siswa-siswi Baru yaitu:
1. Mengisi
formulir pendaftaran
2. Mengumpulkan
FC KK Dan Akte Calon Siswa
3. Membawa
Foto Copy Ijazah TK/ RA 1 Lembar
4. Foto
4x6 2 Lembar
Itulah
syarat-syarat yang harus dibawa oleh Calon siswa baru, bagi orang tua/ wali
murid untuk bisa mengantar untuk Anaknya Masing-masing. Salam Keluarga Cerdas.
Minggu, 08 Mei 2016
Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1437 H.
Isra
Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah salah satu hari besar umat Islam dimana dihari
itu terjadi suatu peristiwa yang sangat membahagiakan umat Islam yaitu
peristiwa dimana atas kehendak Allah SWT, Nabi Muhammad SAW melakukan
perjalanan dari masjidil haram menuju masjidil aqsa, yang dilakukan dalam satu
malam. Peristiwa ini juga merupakan perintah Allah untuk menegakan Sholat 5
waktu.
Dengan adanya peristiwa itu kita sebagai umat Islam senantiasa
memperingati peristiwa tersebut sebagai lambang kecintaan kita akan sejarah
umat Islam dan lambang ketaqwaan kita kepada Allah SWT serta untuk berdakwah di
lingkungan Madrasah Ibtida’iyah Miftahul Huda Desa Kedungcino. Sebagai umat
Islam yang selalu ingin mengharapkan keridhaan-Nya tentu kita akan menjalankan
segala apa yang diperintahkan dan meninggalkan segala apa yang dilarang oleh
Allah SWT.
Oleh
karna itu, Madrasah mengadakan Peringatan Kegiatan Isra Mi’raj 1437 H serta
mengajak kepada Siswa siswi dan Dewan guru beserta karyawan untuk
berpartisipasi dalam pelaksanaan acara tersebut.
Kegiatan Peringatan Isra
Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1437 H dan dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci
Ramadhan yang dilaksanakan di Madrasah Ibtida’iyah Miftahul Huda Kedungcino
pada :
Hari/tanggal
: Minggu, 08 Mei 2016
Waktu
: 08.00 s/d selesai
Tempat
: Gedung Madrasah Ibtida’iyah Miftahul Huda Kedungcino
Penceramah
: Ustad Mahmud
Kegiatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1437 H ini bertemakan
tentang “Mari kita Mempertebal Keimanan dan Ketakwaan Kepada ALLAH
SWT”.
Adapun Tujuan dari
Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1433 H yaitu :
1. Meningkatkan
iman dan taqwa pada Allah serta rasa
cinta pada Rasulullah SAW
2. Menumbuhkan
semangat syiar Islam di lingkungan Madrasah Ibtida’iyah
Miftahul Huda Kedungcino dan masyarakat sekitar;
3. Memberikan
nuansa pelaksanaan keislaman secara kaffah dalam segi kemasyarakatan dan
kebangsaan;
4. Menjalin
Ukhuwah Islamiah baik hubungan di dalam maupun di luar lingkungan
Madrasah Ibtida’iyah Miftahul Huda Kedungcino.














